MSondir adalah aplikasi sederhana yang dibuat untuk keperluan interpretasi data pengujian sondir mekanikal.
Sondir mekanikal Bagemann sangat populer di Indonesia sampai saat ini. Akan tetapi, kebanyakan persamaan korelasi tanah dikembangkan untuk konus elektrik (CPTU), sehingga tidak valid untuk sondir mekanikal. Untuk itu, perlu adanya koreksi nilai tahanan konus (qc) dan tahanan selimut (fs) dari hasil pengujian sondir mekanis ke konus elektrik.
Koreksi tahanan konus (qc) dan tahanan selimut (fs) yang digunakan dalam aplikasi ini menggunakan persamaan dan faktor koreksi oleh Kulhawy & Mayne (1990). Aplikasi ini sepenuhnya dibuat menggunakan bahasa pemrograman python. Penulis mengharapkan masukkan dari pengguna, sehingga kedepannya dapat dikembangkan sesuai kebutuhan.
Link download aplikasi MSondir v0, contoh dan panduan dapat diakses di bawah ini. Semoga bermanfaat, terima kasih.
WPS Office salah satu software gratis alternatif pengganti Microsoft Office (Ms. Excel, Word, dan Power Point). Selain itu, terdapat pula aplikasi lain yang serupa seperti OpenOffice, LibreOffice, dan OnlyOffice.
NanoCAD merupakan software free alternatif pengganti AutoCAD. NanoCAD menyediakan lisensi gratis untuk pengguna. Bagi yang sudah familiar dengan Autocad, tidak perlu khawatir karena perintah ataupun tools sangat mirip dengan Autocad.
Quantum GIS atau QGIS merupakan software free alternatif pengganti ArcGIS. QGIS adalah software gratis serta opensource. Bahasa pemrograman Python embedded di dalam QGIS, sehingga memudahkan pengguna dalam mengembangkan custom plugin.
HYRCAN adalah software analisis stabilitas lereng berbasis metode irisan atau kesetimbangan batas (Limit Equilibrum). Software ini adalah salah satu alternatif pengganti Geostudio Slope/W. Bahasa pemrograman Python pun sudah embedded, sehingga pengguna dapat dengan mudah melakukan sensivity analysis. Adapun panduan pengunaan dapat dilihat di sini: hyrcan tutorials.
Hyrcan
Selain itu, terdapat pula aplikasi lain yang serupa seperti D-Stability
ADONIS merupakan software free alternatif pengganti Plaxis. Hyrcan dan Adonis aplikasi yang sama-sama dikembangkan oleh Roozbeh Geraili Mikola, PhD, P.E. Dengan Adonis, pengguna dapat melakukan analisis lereng dengan menggunakan metode elemen hingga (Finite Element). Detail panduan penggunaan dapat dilihat di sini: adonis tutorials.
FTool adalah software analisis struktur 2D. Dengan Ftool pengguna dapat menganalisis struktur portal sederhana bahkan dengan beban berjalan/lalulintas (Load-train).
NextFEM adalah software analisis struktur 3D yang dapat menjadi aplikasi alternatif pengganti SAP2000. Dengan nextFEM pengguna dapat memasukkan elemen balok, kolom, bahkan plate.
FreeCAD adalah software 3D solid modeler gratis serta opensource. FreeCAD dapat menjadi alternatif pengganti SolidWorks. Software ini dapat digunakan untuk tujuan analisis finite element solid dengan menggunakan beberapa variasi solver seperti Calculix, dan OpenSees.
Blockpad adalah software desktor kalkulator untuk pembuatan engineering spreadsheet. Blockpad dapat menjadi alternatif pengganti software komersil seperti Mathcad. Blockpad telah menyediakan fitur unit/satuan, tabel, sketsa dan dimensi.
Selain Blockpad, terdapat pula software gratis serupa seperti Calcpad, dan Smath Studio.
Python adalah bahasa pemrograman yang dapat menjadi pengganti Matlab. Dengan python engineer dapat melakukan berbagai jenis analisis. Detail aplikasi python dalam teknik sipil dapat dilihat di sini: python untuk teknik sipil. Atau dengan melalui channel youtube Negeri Sipil.
Kali ini saya ingin berbagi python package yang telah saya buat untuk analysis dan desain balok beton bertulang.
Feature yang tersedia adalah:
Rectangular singly reinforced beam
Rectangular doubly reinforced beam
Flanged singly reinforced beam
Flanged doubly reinforced beam
Support SI and Imperial units
Berikut contoh penggunaanya:
Design of flanged doubly reinforced beam
import balokBeton.Balok as bk
import balokBeton.Sketch as sk
b = bk.Rect(name="Beam Analysis Results")
b.material(fc=30,fy=400)
b.dimension(bw=400, h=600, ds=40.5)
b.rebar(rebar = [["D25",2]], Dv="D10")
b.run()
sk.Draw(b).plot()
sk.Draw(b_mid).plot(size=(10,10),font=10,stirrups=True,diagram=True)
Design of flanged doubly reinforced beam
import balokBeton.Balok as bk
import balokBeton.Sketch as sk
b = bk.DoublyFlanged()
b.material()
b.dimension(bw=300,h=600,be=900,hf=120)
b.design(Mu=320,D="D19",Dc="D19")
sk.Draw(b).plot()
Bahasa pemrograman python, secara umum sangat powerfull untuk pekerjaan teknik sipil sehari-hari. Dengan library standard python, kita sudah mampu membuat perhitungan engineering dengan cepat dan mudah.
Python akan terasa sangat membantu, ketika digunakan pada pekerjaan yang berulang-ulang (untuk automasipekerjaan). Batasan python akan sangat tergantung kepada imajinasi/kreatifitas user.
Berikut beberapa modul/package python sebagai toolkit (akan terus di-update):
Kategori Office: Python Standard Library: fungsi standard python. Openpyxl: membaca/menulis file excel. Python-docx: membaca/menulis file word. PyPDF2: mengolah file pdf. Reportlab: menulis laporan dalam bentuk file pdf. Handcalcs: render operasi matematika dalam bentuk tulisan tangan (spreadsheet). Pandas: analisis/manipulasi data table atau series. ezdxf: membaca/modifikasi/menulis file dxf atau autocad.
Kategori Plot/Grafik: Matplotlib & Plotly: visualisasi/plot grafik
Kategori Matematika: Math: modul standard python untuk matematika. NumPy: untuk scientific computing, operasi matriks/array (scientific computing). SciPy: untuk scientific computing (aljabar linear, integral, interpolasi, FFT, signal dan image processing). SymPy: solver simbolik matematik (aljabar linear, intergral, interpolasi, logika, matriks, fisika, dll).
Kategori Teknik Sipil: Groundhog: library python untuk geoteknik (profil tanah, Sondir/CPT, pondasi, konsolidasi, likuifaksi, dll) SectionProperties: analisis profil penampang baja/beton dengan metode finite elemen method (FEM). Concreteproperties (update 7/12/2023): analisis profil penampang beton gross, cracked, ultimate, kapasitas momen, diagram interaksi, dan plot tegangan. OpenSeesPy: framework analisis tingkat lanjut (advance) struktur dan geoteknik terhadap gempa. Anastruct: analisis struktur linear/non-linear 2D. LEMSlope: analisis stabilitas lereng dengan metode irisan.
Kategori Tingkat Lanjut: PyQt6 & PySide6: framework untuk pembuatan graphical user interface (GUI) berbasis desktop. Streamlit & VICTOR: pembuatan graphical user interface (GUI) berbasis web. SAP2000 OAPI Python: integrasi SAP2000 dan python (membutuhkan lisensi).
AtaSee adalah aplikasi gratis untuk analisis struktur rangka baja ringan tipikal. Program ini dibuat agar dapat dioperasikan dengan mudah oleh user umum maupun engineer profesional.
Seperti yang kita ketahui, begitu banyak kasus ambruk/runtuhnya rangka atap baja ringan (Kompas). Hal ini terjadi kebanyakan pada bangunan sekolah, dengan atap genteng tanah liat. Untuk itu, dengan aplikasi ini diharapkan pemilik (owner), konsultan, maupun kontraktor, dapat melakukan analisis keamanan secara cepat dan mudah, khususnya pada bangunan sekolah.
Tujuannya tidak lain adalah untuk mengurangi kasus, korban jiwa, ataupun kerugian materil.
Aplikasi ini dapat dilihat pada link download di bawah ini. Demikian, semoga bermanfaat.
Formula excel di bawah ini dapat digunakan untuk korelasi data sondir ke parameter tanah lainnya (jenis tanah, berat isi, sudut gesek, kohesi, dsb). Demikian semoga bermanfaat.
Grafik Normalized Soil Behavior Type (SBTn) Roberson 2010, telah banyak digunakan dalam penentuan profil lapisan tanah. Yaitu dengan menggunakan korelasi data sondir (qc atau fs) dengan parameter SBTn index (Ic).
SBTn Robertson 2010
Menggunakan nilai SBTn index (Ic) untuk menentukan zona mempunyai akurasi sekitar 80%. Sedangkan 20% error sisanya dipengaruhi oleh tingkat sementasi, umur, OCR tanah. Selain itu menggunakan nilai Ic juga tidak dapat menentukan zona 1, 8, dan 9 pada Tabel SBT Robertson.
Mayne (2014) menggunakan persamaan dengan parameter Qtn untuk membatasi zona 1, 8 dan 9. Oleh karena itu masalah deteksi zona ini terselesaikan.
Namun, tetap saja masih ada kesalahan/error jika menggunakan nilai Ic. Seperti yang terlihat pada grafik Robertson di atas. Khususnya pada nilai Ic sekitar 2.6; 2.95; atau lebih besar; terlihat garis Ic (garis tegas dan putus-putus) ada celah perbedaan atau tidak behimpit satu sama lain. Akibatnya akan terjadi kesalahan penentuan zona pada daerah ini.
Kemudian, Denilson (2022) mengajukan persamaan baru untuk nilai Ic dan batasan nilai Ic; menggunakan persamaan natural logaritmik yang lebih mengikuti/berhimpit garis hitam tegas.; untuk mengatasi error ini. Namun tetap saja masih ada celah error.
Proposed SBTn zone by color
Untuk mengatasi masalah ini, dan untuk menghindari persamaan logaritmik yang agak sulit; Saya mencoba menggunakan package image/raster processing dengan bahasa python.
Strateginya sangat sederhana.
Grafik Robertson dibuat dalam gambar format jpg. Menggunakan package Pillow/PIL kita dapat meng-extract warna (r.g.b) pada zona menjadi numpy array [x,y].
SBTn by color
Langkah terakhir tinggal meng-skalakan nilai (Qtn dan Rf) sesuai jumlah grid atau shape[N_gridx; N_gridy] array tersebut. Kemudian plotting/sampling rgb untuk zona bisa dilakukan pada array tersebut.
Berikut contoh aplikasinya dalam fungsi menggunakan bahasa python.
def zoneByColor(Rf,Qtn):
x_logref = np.linspace(-1,1,1649)
x_grid = np.arange(0,1649,1)
y_logref = np.linspace(0,3,1823)
y_grid = np.arange(0,1823,1)
if y > 1000:
y = 1000
fx = interpolate.interp1d(x_logref, x_grid)
fy = interpolate.interp1d(y_logref, y_grid)
xg = int(fx(log10(Rf)))
yg = int(fy(log10(Qtn)))
while True:
color = im[-yg,xg]
if color[1] == 222:
zone = 1
break
elif color[1] == 105:
zone = 2
break
elif color[1] == 123:
zone = 3
break
elif color[1] == 83:
zone = 4
break
elif color[1] == 148:
zone = 5
break
elif color[1] == 248:
zone = 6
break
elif color[1] == 160:
zone = 7
break
elif color[1] == 102:
zone = 8
break
elif color[1] == 33:
zone = 9
break
else:
yg -= 1
return zone
Adapaun eksekusi fungsi tersebut bisa dilakukan sebagai berikut. Namun, terlebih dahulu harus tersedia data Qtn atau Rf dalam dataframe Pandas; atau bisa juga menggunakan data list.
import numpy as np
from PIL import Image
im = np.array(Image.open('SBTlow.jpg'))
x_logref = np.linspace(-1,1,1649)
x_grid = np.arange(0,1649,1)
SBTcolor = [None]
for i, Qtn in enumerate(df['Qtn']):
if i > 0:
Rf = df.loc[i,'Rf']
if Rf < 0.1:
Rf = 0.1
zone = zoneByColor(Rf,Qtn)
SBTcolor.append(zone)
else:
pass
Dengan metode ini kita dapat melakukan plotting untuk semua zona. Tingkat akurasi akan sangat bergantung pada resolusi gambar yang digunakan. Pada contoh fungsi zoneByColor di atas saya menggunakan gambar jpg dengan grid (1823×1649).
Berikut tampilan profil lapisan tanah menggunakan strategi ini.
Plot dataSBTn menggunakan IcSBTn menggunakan color/warna
Jika diperhatikan dengan baik; pada kedalaman 2-3m terdapat lapisan Clay jika menggunakan SBTn by color. Sedangkan pada kedalaman ini; masih dideteksi sebagai lapisan Silt-mixtures jika menggunakan nilai Ic. Ini merupakan salah satu contoh error jika menggunakan nilai Ic dalam menentukan zona SBT/jenis tanah menggunakan data sondir.
Boleh jadi, dengan strategi ini (image processing) dapat dilakukan plotting data untuk grafik apapun tidak terbatas hanya untuk kasus/topik ini.
Baik demikian artikel kali ini. Semoga bermanfaat. Salam
Artikel kali ini mau nyoba analisis pondasi telapak; yang terangkat salah satu sisinya, akibat gaya luar. Akibatnya tumpuan pegas tertarik pada salah satu sisinya dan perlu disesuaikan lagi, karena tanah dianggap tidak mampu menerima tarik.
Soal original merupakan postingan Suyono Nt dalam blognya disini atau soal dan solusinya dalam file pdf di sini. Begitu banyak tulisan beliau yang menginspirasi saya, termasuk contoh kasus pada kali ini.
Baiklah..
Adapun soalnya sebagai berikut:
Soal
Strategi
Adapun strategi dalam analisis kali ini adalah sebagai berikut:
Awalnya, menganalisis pondasi sesuai kondisi awal/soal.
Identifikasi tumpuan pegas (spring) yang mengalami reaksi tarik.
Menghapus kekakuan pegas (atur k=0) yang mengalami tarik.
Menganalisis kembali.
Mengulangi tahapan, sampai tidak lagi ditemukan tumpuan yang mengalami tarik atau nilai tarik minimal (toleransi >0.0001)
Mencoba pembagian elemen pias, 20, 60 dan 120 buah.
Membandingkan tekanan teoritis dan hasil analisis.
Analisa struktur dilakukan menggunakan program Anastruct dan bahasa pemrograman Python. Adapun file analisis secara lengkap dapat diunduh pada link berikut ini:
Terlihat tekanan maksimal hasil analisis masih cukup jauh dari tekanan teoritis. Adapun grafik tekanan setelah dilakukan penyesuaian untuk kasus n elemen pias = 20 adalah sebagai berikut:
N_pias = 20; Tekanan fondasi; Maksimal = 703 kPa
Maka, dicoba jumlah elemen pias 60 buah dan 120 buah.
Dari tabel rekapitulasi di atas, diketahui digunakan jumlah elemen pias 120 buah untuk memperoleh nilai tekanan tanah yang sama dengan teoritis.
Namun, dengan jumlah elemen pias begitu banyak; sehingga tidak begitu efisien untuk keperluan analisis sehari-hari.
Dari hasil berikut ini, diketahui perulangan (iterasi) dilakukan sebanyak tiga (3) kali untuk menyesuaikan tumpuan hanya tekan saja. Berikut hasil eksekusi program analisis:
N_pias = 20
>> Mulai analisis..
hapus kekakuan tumpuan 1
hapus kekakuan tumpuan 2
hapus kekakuan tumpuan 3
>> Analisis kembali
hapus kekakuan tumpuan 4
>> Analisis kembali
hapus kekakuan tumpuan 5
>> Analisis kembali
Analisis selesai!
Sudah tidak asing lagi, begitu banyak atap baja ringan yang diberitakan runtuh akibat terjangan angin kencang.
Material baja ringan banyak digunakan pada atap rumah sederhana dan hampir tidak ada hitungan pembebanannya (analisa struktur). Sangat miris memang, keamanan bangunan dilimpahkan sepenuhnya kepada tukang bangunan.
Tidak heran, untuk struktur sederhana seperti ini; mungkin pemilik rumah tidak terpikirkan untuk membayar insinyur struktur (tenaga ahli). Dan bisa jadi pula insinyur struktur tidak minat dengan struktur sederhana karena budget-nya dikit atau bahkan tidak ada sama sekali.
Oleh karena itu, pada artikel ini mau coba bahas, kira-kira apa sih kemungkinan penyebabnya?Bagaimana pengaruh beban angindan analisis struktur yang dilakukan?
Contoh kasus:
Ditinjau Desain Rumah Tipe – 36 sebagai berikut:
Ukuran denah = 6 m x 6 m
Tinggi dinding 3 m
Sudut atap 30 derajat
Tinggi atap 1.73 m
Penutup atap spandek
Gambar 1 – Sketsa Desain Rumah
Model rangka atap baja ringan yang akan ditinjau sebagai berikut:
Bahan baja ringan profil 75x35x0.75 mm
Tumpuan sendi-sendi (sesuai keadaan umum terpasang di lapangan)
Jarak antar kuda-kuda sebesar 1.2 m.
Kecepatan angin 10 m/s sampai 90 m/s (umumnya digunakan 40 m/s untuk desain)
Desain sesuai Gambar 2.
Gambar 2 – Desain Rangka Atap
Pembebanan dan Analisis Struktur
Agar artikel ini tidak begitu rumit dan panjang, maka detail analisis tidak ditampilkan disini. Silahkan hubungi emailpenulis jika menginginkan detail perhitungan dan analisis; atau melalui kolom komentar di bawah ini.
Berikut ini beberapa asumsi analisis dan pembebanan yang digunakan:
Beban angin ditentukan berdasarkan SNI 1727:2020
Kapasitas Baja Ringan (Baja Canai Dingin) dihitung berdasarkan SNI 7971:2013
Mutu bahan menggunakan G 550 (fy 550 MPa)
Sambungan menggunakan sekrup D4.5 mm
Sebelum menuju hasil analisa struktur, mari kita perhatikan sejenak grafik pada Gambar 3 berikut ini.
Grafik ini adalah hubungan panjang batang baja ringan dengan kemampuan berapa kilogram yang bisa dipikul.
Gambar 3 – Kapasitas Tekuk (Kg) Profil Baja Ringan Tunggal
Sebagai contoh baja ringan dengan panjang 120 cm, memiliki kemampuan 933 Kg beban yang dapat dipikul. Ini adalah panjang batang bawah dan atas rangka atap pada Gambar 2.
Ini dikenal dengan kapasitas tekuk batang.
Dalam contoh ini, kapasitas tarik batang tidak ditinjau. Umumnya, kapasitas tekuk lebih rendah dibanding kapasitas tarik; sehingga tekuk batang menentukan.
Analisa struktur dilakukan menggunakan program Anastruct dan Bahasa Pemrograman Python.
Berikut pembahasan hasilnya.
Apakah batang baja tertekuk?
Berdasarkan hasil analisis, untuk kecepatan angin 10 m/s sampai 90 m/s; diketahui Gaya aksial tekan maksimal yang terjadi tidak melampaui kapasitas tekuk. Seperti yang terlihat pada Gambar 4 berikut.
Dengan demikian, batang baja tidak tertekuk atau batang baja masih aman.
Perlu diperhatikan, berdasarkan aturan di siniuntuk Indonesia digunakan 40 m/s sebagai kecepatan angin desain. Dan tenyata pada kecepatan itu batang baja masih aman terhadap tekuk.
Gambar 4 – Perbandingan Kapasitas dan Gaya Tekan Maksimal yang terjadi
Bagaimana dengan sambungan?
Pada contoh kasus ini, sambungan antar batang (joint) dianggap aman.
Penulis lebih tertarik pada sambungan pada tumpuan rangka, dapat dilihat contoh pemasangan di bawah ini. Umumnya menggunakan sambungan dynabolt ke dalam balok/dinding dan dengan jumlah sekrup baja bervariasi.
Gambar 5 – Sambungan 2 buah sekrupGambar 6 – Sambungan 3 buah sekrup
Dari hasil analisa kapasitas sambungan, dianggap kapasitas cabut (pull out) sekrup yang akan menentukan. Karena kapasitas ini merupakan nilai terkecil dari kapasitas sambungan geser dan tarik.
Untuk 2 buah sekrup, mampu memikul 148 Kg gaya tarik (cabut/pull out).
Sedangkan untuk 3 buah sekrup, mampu memikul 237 Kg gaya tarik (cabut/pull out).
Berdasarkan hasil analisis struktur diketahui, sambungan tidak mampu memikul beban pada kurang lebih kecepatan angin 37 m/s untuk 2 buah sekrup. Dan 44 m/s untuk 3 buah sekrup.
Dengan demikian, kemungkinan terbesar penyebab utama keruntuhan rangka baja ringan adalah karena keruntuhan sambungan sekrup pada tumpuan.
Berikut ini plot grafik Kapasitas dan Gaya yang terjadi.
Gambar 7 – Perbandingan Kapasitas Cabut Sambungan dan Gaya yang terjadi
Mekanisme Keruntuhan
Baja ringan atau baja canai dingin terlihat sederhana, namun dalam analisis struktur dan desain sangat tidak sederhana.
Tipisnya bahan yang digunakan sangat mengganggu kestabilan penampang.
Dalam analisis ini begitu banyak hal yang diabaikan dan disederhanakan. Oleh karena itu, bisa jadi mekanisme berikut ini hanyalah salah satu dari sekian banyak mekanisme yang terjadi.
Berdasarkan hasil analisis,
Terlihat gaya angkat atau hisapan angin pada atap menyebabkan keruntuhan sambungan tumpuan. Gambar 8 menunjukkan deformasi struktur yang terjadi akibat beban angin 40 m/s.
Gambar 8 – Output Analisis Struktur: Deformasi RangkaGambar 9 – Beban Angin pada AtapGambar 10 – Output Gaya Batang (Kecepatan Angin 40 m/s)Gambar 11 – Output Gaya pada Tumpuan (Kecepatan Angin 40 m/s)
Berikut ini ilustrasi penyebab keruntuhan atap baja ringan akibat beban angin.
Gambar 12 – Kerusakan SambunganGambar 13 – Atap Tercabut dari Badan Rumah
Hal ini sejalan dengan berita di lapangan, banyak ditemukan kondisi atap yang terbalik dengan kondisi rangka yang masih utuh. Berikut ini beberapa foto dokumentasi keruntuhan baja ringan akibat angin.
Ilustrasi–Atap baja ringan ruko kurang lebih sepanjang 26 meter di daerah Kukun, Rajeg ambruk akibat diterjang angin kencang pada Senin dini hari di Rajeg, Tangerang, Banten, Senin (19/3). Akibat hujan deras disertai angin kencang atap baja ringan dari 11 ruko ambruk, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. (Foto: ANTARA/Lucky.R/Koz). Sumber: www.beritasatu.comDikawasan Kompleks Grand Residence 3 di Jalan H.M Puna Sembiring, Deli Serdang sekira pukul 17.30 wib angin kencang disertai hujan membuat atap rumah milik Luqman Saksono terbang hingga kurang lebih 100 meter yang akhirnya menimpa canopy milik Romulo Makarios Sinaga, salah seorang wartawan, Senin (28/6/2021). Sumber: www.armadaberita.com
Kesimpulan:
Pada contoh kasus ini:
Keruntuhan sambungan pada tumpuan, diperkirakan sebagai penyebab utama keruntuhan atap akibat beban angin.
Perlunya perkuatan sambungan minimal 4 buah sekrup.
Perlu tinjauan kekuatan sambungan dynabolt.
Kapasitas batang tarik dan tekan masih memadai.
Untuk stabilitas arah longitudinal dibutuhkan ikatan silang/ ikatan angin yang memadai.