Banjir dan Sawit, Hubungan Gelap

Kelapa Sawit merupakan salah satu kambing hitam penyebab banjir dan kekeringan di Indonesia. Dengan sifat tidak menyerap air pada musim hujan dan menyerap cadangan air tanah pada musim kemarau.

Kelapa Sawit (Liputan6.com)
Pernyataan ini bersumber dari Derichard H. Putra dalam artikelnya di situs kompasiana.com. Yang mana semua itu dijelaskan oleh ahli lingkungan hidup Universitas Riau, Prof. Dr. Ir. H. Adnan Kasry dalam workshop Ekspedisi Kebudayaan 4 Sungai (Sungai Siak).

Hal ini merupakan sesuatu yang cukup menarik bagi saya pribadi. Bagaimana tidak? Jika kita bercerita tentang kabupaten morowali maka yang akan terlintas adalah Tambang dan Kebun Kelapa Sawit.

Kelapa sawit di kabupaten morowali mempunyai areal yang cukup luas. Ditambah dengan pabrik kelapa sawit, membuat kabupaten morowali hidup dan berkembang dengan kelapa sawit. Sebagai orang yang menikmati uang hasil perkebunan kelapa sawit, ini akan menjadi hal yang menarik.

Akar Serabut penyebab Kalut

Kelapa Sawit termasuk dalam tumbuhan monokotil yang mana memiliki akar serabut. Akar serabut tidak menyerap air pada musim penghujan. Sehingga air akan menjadi limpasan dan membawa zat hara tanah, membawanya ke sungai serta mengendapkannya. Akibatnya, akan terjadi banjir pada musim hujan dan tanah akan menjadi gersang serta sungai akan mengalami pendangkalan pada musim kemarau.

Kelapa Sawit (antoncabon.us)
Selain itu pada musim kemarau, tumbuhan kelapa sawit akan menyerap cadangan air tanah dan menyebabkan kekeringan.

Berbeda dengan akar tunggang yang mengikat air pada musim penghujan dan melepaskannya pada musim kemarau, sehingga air tanah akan tetap tersedia.

Kerusakan Ekosistem

Liputan6.com memberikan beberapa fakta merarik, mengapa indonesia sebaiknya tak menanam sawit.

Alih fungsi lahan yang sebelumnya hutan menjadi lahan perkebunan juga merupakan salah satu penyebab kerusakan ekosistem. Pembukaan lahan untuk kelapa sawit dengan cara mekanis dan pembakaran akan menyebabkan hilangnya rumah bagi hewan, khususnya satwa langka.

Seperti yang terjadi di kalimantan dan sumatera, spesies orangutan dan harimau sumatera terancam oleh pembukan lahan kelapa sawit secara besar-besaran.

Pembukaan lahan gambut sebagai lahan perkebunan kelapa sawit juga menjadi isu penting. Lahan gambut dibuatkan drainase guna mengatuskan kawasan, dan berakibat pada keringnya lahan serta berkontribusi terhadap perubahan iklim akibat kebakaran (Seperti yang terjadi di riau dan kalimantan)

Hal ini pula yang membuat pemerintah membuat kebijakan dalam merestorasi gambut. Seperti yang dibahas dalam artikel sebelumnya Menjaga lahan gambut, Menjaga indonesia.

Selain itu pembukaan lahan juga menggeser budaya orang rimba di sumatera yang dikenal hidup secara nomaden yang bergantung pada hasil hutan.


Respon GAPKI terhadap isu Sawit Penyebab Banjir

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) merespon isu ini dalam sebuah artikel "Mereka bilang perkebunan kelapa sawit penyebab banjir" yang dapat dilihat dalam situs gapki.id
GAPKI mengatakan bahwa banjir yang terjadi di Indonesia merupakan bagian dari perubahan iklim global. Oleh karena itu banjir tidak ada kaitannya dengan perkebunan kelapa sawit.

Selain itu GAPKI mengemukakan data dari BNPB 2015 yang menyatakan bahwa daerah dengan kasus banjir terbanyak terjadi di daerah jawa tengah, jawa timur dan jawa barat. Yang mana dari ke-tiga daerah tersebut bukan merupakan daerah perkebunan sawit.

Mari Kilas Balik Berita Banjir

Sungguh menarik, faktanya beberapa banjir sangat erat kaitannya dengan kelapa sawit. Seperti yang kita ketahui, daerah dengan lahan kelapa sawit terluas terdapat di Sumatera dan Kalimantan.

Silahkan teman-teman survei bagaimana fenomena banjir yang terjadi di dua daerah tersebut. Sebelumnya, beberapa minggu lalu banjir di kalimantan menjadi isu yang sangat hangat.





Tidak dipungkiri Indonesia memperoleh pendapatan yang banyak dari kelapa sawit. Namun dengan dampak di atas, bagaimana menurut teman-teman? Demikian artikel mengenai Banjir dan Sawit, Hubungan Gelap. Jika teman-teman punya pendapat silahkan isi dalam kolom komentar di bawah ini.

Dan jangan lupa bagikan ke teman-teman yang lain jika sekiranya artikel ini bermanfaat.

Comments